silvie-azhar

Tuesday, February 06, 2007

semoga ada hikmahnya

jakarta kebanjiran...???, wah mungkin bukan berita baru lagi. kata orang yang tinggal di jakarta sih itu udah siklus lima tahunan. tapi apa iya kita lantas menganggapnya jadi hal yang wajar?

jakarta, ibu kota dari negara yang besar, dari penduduk yang besar dan dari kekayaan alam yang besar pula. tapi ternyata jakarta juga harus dicatat sebagai 'penerima' banjir yang besar, yah paling tidak ditahun 2007 ini.

jujur saja, tadinya saya bangga lihat jakarta dengan segala kemewahannya, dengan segala keseronokannya, dengan segala kemegahannya. tapi kini? wah ternyata saya hanya melihat dari luarnya saja. hanya melihat dari bungkus yang tertata oleh gemerlapnya lampu kota, dari megah dan tingginya gedung dan dari namanya saja.

ternyata kota jakarta lebih ringkih dari sebuah kabupaten yang baru berdiri di beberapa daerah. meski saya tak pernah tertarik untuk menetap di ibukota ini, tapi kemegahan yang ditawarkan pernah membuat saya iri juga, karena kota saya tak seperti itu mewahnya.

beberapa minggu lalu, di jakarta kita melihat si kaya dan si miskin punya jarak teramat lebar di ibukota ini. si sukses dan si gagal bagai sisi dua mata uang yang meski dekat namun saling bersinggungan dan tak bersentuh. dan kini, banjir membuat semuanya menjadi berbeda.

si miskin kebanjiran dan harus mengungsi berbagi keselamatan dengan yang lainnya, si kaya juga begitu, meski yang dibutuhkan adalah kenyamanan. di jakarta kini mereka semua bisa merasakan persamaan nasib, yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh si kaya kalau mereka juga bakal merasakan dinginnya air yang mengaliri kediaman mereka.

tapi tetap korban yang paling menderita adalah perempuan dan anak, meski ia kaya atau miskin, meski ia gagal atau sukses. merekalah korban yang sebenarnya, meski mungkin dibalik peristiwa ini, rasa kebersamaan akibat senasib mulai tumbuh dan akhirnya bisa terus semakin dekat, sehingga tak berjarak lagi hanya karena faktor ekonomi, seperti beberapa minggu lalu.

semoga saja ada hikmahnya.

Wednesday, January 24, 2007

resolusi vs revolusi

waw....
lama tak buka blog, sempat kehilangan pasword. tapi si bloger masih baik hati memberi pasword baru. untunglah.......

tak ada yang baru ditahun baru. datar seperti tahun lalu, paling tidak sampai saat ini.
ngajar, kejar deadline buat majalah dan capek deh....

kata orang kita harus punya resolusi untuk tahun ini. beda ya dengan revolusi, relokasi, reduksi dan reformasi. aduh kenapa sih kita hobi ngekor ya. lagi ngetrend ngomong resolusi, semua orang bicara soal resolusi, padahal tahun-tahun kemarin istilah yang dipakai adalah rencana, atau ancang-ancang, atau beda ya...?

yah gimanapun saya juga punya resolusi. tapi nanti aja saya sebut, kalau resolusi ini berhasil tentu dalam tahun ini juga dong. kalau gagal, apa saya perlu revolusi ya?

yang penting selamat tahun baru, terutama yang punya banyak resolusi untuk kehidupannya ditahun ini. semoga semua tercapai, aminnn...

Thursday, November 30, 2006

smackdown itu membuat saya.....................

"permisi bu" kelas yang hening terpecahkan dengan suara orang tua murid, matanya tampak kemerahan, habis menangis. di belakangnya, prayogo, salah satu mahluk kecil saya juga tampak tengah me-lap matanya. saya jelas bingung, kok bisa dua orang, orang tua dan anaknya datang ke sekolah dengan keadaan yang sama. sama-sama menangis.

"yogo nggak mau sekolah, katanya dia takut di smackdown kawannya. dia jadi ketakutan" suara si ibu terdengar parau. saya terkejut, terhenyak dan terdiam beberapa saat. ada marah, geram dan sedih. akhirnya terjadi juga pada murid saya, hal yang paling saya takuti, ujar batin ini.

smackdown, yang katanya termasuk dalam olahraga ini kini memang tengah menjadi tontonan favorit, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. mereka jadi candu. tidak sekedar diperbincangkan dan menunjukkan bagaimana para petarung itu beraksi, tapi mereka juga melakukannya bak pemain sungguhan dan kawannya adalah lawan yang harus dibanting agar diakui lebih hebat.

mereka menghayal bak seorang the rock, undertaker, jhon cena atau king boxer. mahluk kecil itu memutar badan, kepala, kaki dan tangan teman yang dianggap lawannya untuk kemudian dihempaskan lantai. bisa dibayangkan bagaimana seorang bertubuh kecil harus menahan serangan dari temannya yang memiliki bobot lebih besar. akhirnya ia hanya bisa pasrah.

ah... saya kecolongan, benar-benar kecolongan. padahal setiap saat saya wanti-wanti pada mahluk-mahluk kecil saya untuk tidak melakukan adegan kekerasan yang hampir tiap malam di putar di televisi itu. bahkan untuk menonton itupun saya larang. tapi tentu saya tak bisa mengawasi mereka dirumahnya.

antispasinya saya mengawasi mereka ketika disekolah, bahkan jam istirahat sayapun rela menguranginya demi untuk memperhatikan tingkah polah mereka. tapi ternyata saya tetap kecolongan juga. saya- betul-betul kesal dan marah.

saya tak ingin kejadian yang menimpa murid di pulau jawa, yang tewas karena bermain smackdown bersama temannya, terjadi pada mahluk kecil saya, juga pada anak-anak lainnya.
bahkan kini masih ada diantaranya anak-anak korban permainan smackdown ini terpaksa harus menginap di rumah sakit karena tulangnya patah dan badan pada memar.

saya tak ingin generasi ini menjadi generasi yang penuh dengan kekerasan hanya karena tampak ingin lebih jago dan lebih kuat. saya hanya berharap semoga stasiun tv yang menayangkan ini mempunyai harapan yang sama dengan saya. tak hanya sekedar mengajar rating dan iklan dengan mengorbankan masa depan bangsa.

negara ini sudah cukup banyak persoalan, jangan tambah lagi dengan masalah lain, masalah yang merusak pikiran dan semangat generasi muda.

saya hanya seorang guru, mendidik, mengajar dan memberi mereka pencerahan tentang hal baik dan tidak baik kepada generasi masa depan. tapi ini bukan hanya tugas guru. semua orang terlibat dalam proses ini. orang tua, keluarga, masyarakat, media, pemerintah dan dunia internasional ikut bertanggung jawab.

saya juga hanya bisa berharap semoga kedepannya, tayangan televisi tidak lagi diisi dengan hal-hal bodoh dan meracun pikiran sipemilik masa depan. sekali lagi saya hanya bisa berharap.

smackdown itu telah membuat saya marah, kesal dan menangis.

Thursday, November 09, 2006

maaf kita

bulan memaafkan..... ya syawal identik dengan maaf.

tapi apa iya kita memang benar-benar bisa memaafkan.

memaafkan orang yang benar-benar menyakiti hingga luka tertancap sampai keujung nadi?

memaafkan orang yang membuat kita hampir tak percaya lagi pada orang lain?

memaafkan orang yang membuat kita yakin dunia hanya diisi dengan dendam?

memaafkan orang yang membuat kita yakin menyakiti adalah hal biasa?

memaafkan orang yang membuat kita yakin kata maaf hanya hiasan bibir belaka?

maka kita akan mengatakan, aku memaafkanmu.

seribu kali kita ucapakan 'aku memaafkanmu'

tapi maaf, apakah hati kita benar telah memaafkan.

Wednesday, October 18, 2006

ramadhan lebih indah

ramadhan. kata yang punya banyak makna, punya banyak arti dan punya banyak kesempatan berbenah diri. saya suka ramadhan tak seperti bulan lainnya. suara azan jauh lebih indah terdengar, meski bulan-bulan biasanya azan kerap terdengar. rutinitas tarawih, sahur dan berbuka meambah saya sangat mencintai bulan ini.

ramadhan juga membuat saya sering mengulang ingat hal-hal gembira dan sedih yang seakan selalu berganti mampir. dan untuk kali ini sama seperti ramadhan dua, tiga tahun lalu, saya menikmati ramadhan dengan kebahagian yang jauh lebih besar. tidak seperti ramadhan sebelumnya, saya merasa saat itu saya hanya menjalankan rutinitas tanpa makna.

tapi kini, tidak lagi. saya merasakan ramadhan yang jauh lebih tenang, lebih sabar dan lebih ikhlas. semoga ramdahan tahun depan saya juga merasakan hal yang sama (kalau masih bertemu ya).

Friday, September 08, 2006

blog yang tertinggal

saya punya banyak kesukaan. suka makan. suka nonton yang lucu-lucu, juga suka nonton yang serem. suka baca agatha christie. tapi saya paling suka jalan-jalan. dan, berhubung saat ini saya gak bisa kemana-mana. maka haluan saya putar dengan jalan-jalan ke blog-blog yang ada. yang penting judulnya tetap jalan-jalankan?

tanggal 31 agustus lalu, saya jalan ke blog...(aduh saya lupa nama blognya). dari blog ini saya dapat nama blog lain lagi. zidansyifa.blogspot.com. semangat saya membukanya, tapi kok banyak postingan yag berisi turut berduka cita ya?

innalillahiwainalillahirojiun. ternyata siempunya blog, tepat pada hari itu telah berpulang ke pangkuan allah. berdesir darah saya. saat saya mulai untuk memberi coment pada blog manisnya, mbak inong (sang pemilik blog) tak bisa lagi menuangkan cerita hari-harinya bersama dua buah hatinya yang masih kecil, zidan dan syifa.

walau tak kenal, tapi saya yakin, mbak inong sosok yang ramah. terbukti dari ucapan duka yang sampai saat ini masih terus mengalir di blognya. ungkapan rindu dan sedih juga masih terus terkirim. dan saya semakin mulai mengenalnya dari banyak sumber dan situs yang saya baca, hampir semua memuji pribadinya.

ah sayang saya terlambat mengenalnya.

selamat jalan mbak inong, mamanya zidan dan syifa, istrinya mas haris dan teman yang dicintai banyak orang. semoga engkau diterima di sisi allah dan mendapat surga yag indah.

Tuesday, September 05, 2006

mahluk kecil dan nasehat

hari ini masih sama seperti sebelumnya. saya selalu mengawali aktifitas dengan mengajar. pekerjaan yang sampai saat ini saya cintai (mungkin juga sampai mati). saling berinteraksi dengan mahluk-mahluk mungil yang polos. menjawab tanya mereka, memberi tahu sesuatu yang mereka tak tahu, menghibur ketika menangis, marah jika mulai nakal dan menakuti jika tak juga mengikuti aturan yang saya buat (salah satu kenikmatan menjadi guru).

musik senam akhirnya berhenti, mahluk-mahluk kecil itu berlari berhambur seakan takut tak dapat posisi yang baik saat berdiri. aba-aba dari kakak kelas hanya terdengar sekilas bahkan makin tak terdengar karena celoteh kecil mereka. dengan tegas saya atur barisan mereka hingga tak lagi seperti barisan ular yang berbelok-belok arah. rapikan lebih cantik, pikir saya.

mengucapkan janji murid, ha...ha... saya tergelak dalam hati. ketika kakak kelas 6 hingga 2 telah selesai, mahluk-mahluk kecil milik saya masih asyik dengan janji kedua mereka. akhirnya, para kakak kelas tertawa-tawa geli karena adik bontot mereka masih tertinggal jauh. namun suara keras mereka berhasil juga mencuri perhatian ibu kepala sekolah.

akhirnya, walau kakak kelas lebih dulu selesai berjanji, namun mahluk kecil saya yang mendapat pujian para rekan guru, kenapa? oho rupanya mereka lebih sabar dan jelas mengucapkannya walaupun sedikit lebih lambat. bisa dimaklumi soalnya mereka baru saya ajarkan menghafal janji murid, itu juga sebelum pelajaran dimulai. biar lebih cepat hafalnya.

kini mereka mulai masuk kedalam kelas. tetap tak sabar. saling berlari mereka seakan berlomba masuk, padahal saya tak pernah menjanjikan apapun jika mereka masuk kelas sebagai orang yang pertama. tapi, sekali saya hanya maklum, namanya anak-anak.

terlihat manis, wajah bersih polos, pakaian rapi, tapi tetap saja, satu, dua masih ada yang jahil. "bu, ari cubit aku" diki maju kedepan saya. sekilas saya perhatikan ari dengan ekor mata, tapi seakan tak ada masalah, ari malah asyik bicara dengan teman yang duduk dibelakangnya. setelah saya berjanji akan memberi hukuman pada ari, diki baru bersedia duduk. sedangkan pada ari, saya hanya memberi peringatan, tapi saya tahu itu pasti baru peringatan pertama untuk dia pada hari itu.

"tiara sakit bu, melda sakit bu, arya juga sakit bu, tadi mamanya ira datang, ini surat ira, dia sakit bu" jawaban yang saya terima ketika mengabsen kehadiran mereka. ah...ini sudah entah hari keberapa, mahluk-mahluk kecil ini tak pernah lengkap hadir. selalu saja ada yang tak datang, dan alasannya selalu sama, sakit.

tapi saya percaya kalau mereka sakit, karena biasanya agak sembuh sedikit mereka pasti sudah hadir, dan ini berganti terus. kalau sudah begini, pastilah nasehat-nasehat panjang saya keluar untuk mereka. "jangan suka minum es, jangan suka main panas-panas, jangan suka jajan sembarangan, jangan suka mandi hujan, bla..bla....bla..." dan akan dijawab mereka dengan manis namun keras. " iya buuuuuuuuuuuu............" uh kuping saya hampir copot mendengar jawaban mereka. satu lagi nasehat ah pikir saya. "kalau menjawab jangan berteriak", "iya bu.............."jawab mereka dengan lebih halus. he...he...anak pintar pikir saya.

beberapa hari kemudian..............
hari ini, saya tak bisa bertemu dengan mahluk-mahluk kecil itu. padahal saya berjanji akan menceritakan dongeng sikancil pada mereka. entah kenapa, tenggorokan saya menjadi gatal, akibatnya saya harus batuk-batuk kecil. badan juga seakan tak bersahabat, kok jadi meriang ya. aduh, kepala saya juga pusing. "terkena demam itu" ujar mamak sambil menyodorkan gelas berisi rebusan air daun sirih. "nih minum, biar batuknya cepat hilang".

akhirnya saya harus kalah dengan demam, saya harus rela tak bertemu dengan mahluk-mahluk kecil itu, harus rela tak mendengar celoteh mereka, tak mendengar tangisan dan protes mereka. ah ternyata bukan mereka saja yang harus mendengar nasehat saya, saya juga harus mendengar nasehat diri sendiri. "jangan suka minum es apalagi hari panas" dalam hati saya menjawab kencang, "baik bu..............." uh, kalau saja hati ada suaranya, saya pasti akan tutup kuping mendengar jawaban kencang saya tadi.

besok mahluk-mahluk kecil itu pasti akan bertanya "bu, semalam kok nggak datang?"