<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168</id><updated>2011-04-21T16:09:47.146-07:00</updated><title type='text'>silvie-azhar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-117075924423860393</id><published>2007-02-06T02:33:00.000-08:00</published><updated>2007-02-06T02:54:04.250-08:00</updated><title type='text'>semoga ada hikmahnya</title><content type='html'>jakarta kebanjiran...???, wah mungkin bukan berita baru lagi. kata orang yang tinggal di jakarta sih itu udah siklus lima tahunan. tapi apa iya kita lantas menganggapnya jadi hal yang wajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, ibu kota dari negara yang besar, dari penduduk yang besar dan dari kekayaan alam yang besar pula. tapi ternyata jakarta juga harus dicatat sebagai 'penerima' banjir yang besar, yah paling tidak ditahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jujur saja, tadinya saya bangga lihat jakarta dengan segala kemewahannya, dengan segala keseronokannya, dengan segala kemegahannya. tapi kini? wah ternyata saya hanya melihat dari luarnya saja. hanya melihat dari bungkus yang tertata oleh gemerlapnya lampu kota, dari megah dan tingginya gedung dan dari namanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata kota jakarta lebih ringkih dari sebuah kabupaten yang baru berdiri di beberapa daerah. meski saya tak pernah tertarik untuk menetap di ibukota ini, tapi kemegahan yang ditawarkan pernah membuat saya iri juga, karena kota saya tak seperti itu mewahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa minggu lalu, di jakarta kita melihat  si kaya dan si miskin punya jarak teramat lebar di ibukota ini. si sukses dan si gagal bagai sisi dua mata uang yang meski dekat namun saling bersinggungan dan tak bersentuh. dan kini, banjir membuat semuanya menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si miskin kebanjiran dan harus mengungsi berbagi keselamatan dengan yang lainnya, si kaya juga begitu, meski yang dibutuhkan adalah kenyamanan. di jakarta kini mereka semua bisa merasakan persamaan nasib, yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh si kaya kalau mereka juga bakal merasakan dinginnya air yang mengaliri kediaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tetap korban yang paling menderita adalah perempuan dan anak, meski ia kaya atau miskin, meski ia gagal atau sukses. merekalah korban yang sebenarnya, meski mungkin dibalik peristiwa ini, rasa kebersamaan akibat senasib mulai tumbuh dan akhirnya bisa terus semakin dekat, sehingga tak berjarak lagi hanya karena faktor ekonomi, seperti beberapa minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja ada hikmahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-117075924423860393?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/117075924423860393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=117075924423860393' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/117075924423860393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/117075924423860393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2007/02/semoga-ada-hikmahnya.html' title='semoga ada hikmahnya'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-116962940794779543</id><published>2007-01-24T00:45:00.000-08:00</published><updated>2007-01-24T01:03:27.966-08:00</updated><title type='text'>resolusi vs revolusi</title><content type='html'>waw....&lt;br /&gt;lama tak buka blog, sempat kehilangan pasword. tapi si bloger masih baik hati memberi pasword baru. untunglah.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang baru ditahun baru. datar seperti tahun lalu, paling tidak sampai saat ini.&lt;br /&gt;ngajar, kejar deadline buat majalah dan capek deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata orang kita harus punya resolusi untuk tahun ini. beda ya dengan revolusi, relokasi,  reduksi dan reformasi. aduh kenapa sih kita hobi ngekor ya. lagi ngetrend ngomong resolusi, semua orang bicara soal resolusi, padahal tahun-tahun kemarin istilah yang dipakai adalah rencana, atau ancang-ancang, atau beda ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah gimanapun saya juga punya resolusi. tapi nanti aja saya sebut, kalau resolusi ini berhasil tentu dalam tahun ini juga dong. kalau gagal, apa saya perlu revolusi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang penting selamat tahun baru, terutama yang punya banyak resolusi untuk kehidupannya ditahun ini. semoga semua tercapai, aminnn...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-116962940794779543?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/116962940794779543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=116962940794779543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116962940794779543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116962940794779543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2007/01/resolusi-vs-revolusi.html' title='resolusi vs revolusi'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-116487800893367111</id><published>2006-11-30T00:33:00.000-08:00</published><updated>2006-11-30T01:13:29.056-08:00</updated><title type='text'>smackdown itu membuat saya.....................</title><content type='html'>"permisi bu" kelas yang hening terpecahkan dengan suara orang tua murid, matanya tampak kemerahan, habis menangis. di belakangnya, prayogo, salah satu mahluk kecil saya juga tampak tengah me-lap matanya. saya jelas bingung, kok bisa dua orang, orang tua dan anaknya datang ke sekolah dengan keadaan yang sama. sama-sama menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yogo nggak mau sekolah, katanya dia takut di smackdown kawannya. dia jadi ketakutan" suara si ibu terdengar parau. saya terkejut, terhenyak dan terdiam beberapa saat.  ada marah, geram dan sedih. akhirnya terjadi juga  pada murid saya, hal yang paling saya takuti, ujar batin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;smackdown, yang katanya termasuk dalam olahraga ini kini memang tengah menjadi tontonan favorit, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. mereka jadi candu. tidak sekedar diperbincangkan dan menunjukkan bagaimana para petarung itu beraksi, tapi mereka juga melakukannya bak pemain sungguhan dan kawannya adalah lawan yang harus dibanting agar diakui lebih hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka menghayal bak seorang the rock, undertaker, jhon cena atau king boxer. mahluk kecil itu memutar badan, kepala, kaki  dan tangan teman yang dianggap lawannya untuk kemudian dihempaskan lantai. bisa dibayangkan bagaimana seorang bertubuh kecil harus menahan serangan dari temannya yang memiliki bobot lebih besar. akhirnya ia hanya bisa pasrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... saya kecolongan, benar-benar kecolongan. padahal setiap saat saya wanti-wanti pada mahluk-mahluk  kecil saya untuk tidak melakukan adegan kekerasan yang hampir tiap malam di putar di televisi itu. bahkan untuk menonton itupun saya larang. tapi tentu saya tak bisa mengawasi mereka dirumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antispasinya saya mengawasi mereka ketika disekolah, bahkan jam istirahat sayapun  rela menguranginya demi untuk memperhatikan tingkah polah mereka.  tapi ternyata saya tetap kecolongan juga. saya- betul-betul kesal dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tak ingin kejadian yang menimpa murid di pulau jawa, yang tewas karena bermain smackdown bersama temannya,  terjadi pada mahluk kecil saya, juga pada anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;bahkan kini masih ada diantaranya anak-anak korban permainan smackdown ini terpaksa harus menginap di rumah sakit karena tulangnya patah dan badan pada memar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tak ingin generasi ini menjadi generasi yang penuh dengan kekerasan hanya karena tampak ingin lebih jago dan lebih kuat. saya hanya berharap semoga stasiun tv yang menayangkan ini mempunyai harapan yang sama dengan saya. tak hanya sekedar mengajar rating dan iklan dengan mengorbankan masa depan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;negara ini sudah cukup banyak persoalan, jangan tambah lagi dengan masalah lain, masalah yang merusak pikiran dan semangat generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya seorang guru, mendidik, mengajar dan memberi mereka pencerahan tentang hal baik dan tidak baik kepada generasi masa depan. tapi ini bukan hanya tugas guru. semua orang terlibat dalam proses ini. orang tua, keluarga, masyarakat, media, pemerintah dan dunia internasional ikut bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya juga hanya bisa berharap semoga kedepannya, tayangan televisi tidak lagi diisi dengan hal-hal bodoh dan meracun pikiran sipemilik masa depan. sekali lagi saya hanya bisa berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;smackdown itu telah membuat saya marah, kesal dan menangis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-116487800893367111?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/116487800893367111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=116487800893367111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116487800893367111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116487800893367111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/11/smackdown-itu-membuat-saya.html' title='smackdown itu membuat saya.....................'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-116307035445543391</id><published>2006-11-09T02:52:00.000-08:00</published><updated>2006-11-09T03:05:54.463-08:00</updated><title type='text'>maaf kita</title><content type='html'>bulan memaafkan..... ya syawal identik dengan maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi apa iya kita memang benar-benar bisa memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaafkan orang yang benar-benar menyakiti hingga luka tertancap sampai keujung nadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaafkan orang yang membuat kita hampir tak percaya lagi pada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaafkan orang yang membuat kita yakin dunia hanya diisi dengan dendam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaafkan orang yang membuat kita yakin menyakiti adalah hal biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaafkan orang yang membuat kita yakin kata maaf hanya hiasan bibir belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka kita akan mengatakan, aku memaafkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seribu kali kita ucapakan 'aku memaafkanmu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi maaf, apakah hati kita benar telah memaafkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-116307035445543391?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/116307035445543391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=116307035445543391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116307035445543391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116307035445543391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/11/maaf-kita.html' title='maaf kita'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-116116473352460684</id><published>2006-10-18T02:29:00.000-07:00</published><updated>2006-10-18T02:45:33.536-07:00</updated><title type='text'>ramadhan lebih indah</title><content type='html'>ramadhan. kata yang punya banyak makna, punya banyak arti dan punya banyak kesempatan berbenah diri.  saya suka ramadhan tak seperti bulan lainnya. suara azan jauh lebih indah terdengar, meski bulan-bulan biasanya azan kerap terdengar. rutinitas tarawih, sahur dan berbuka meambah saya sangat mencintai bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramadhan juga membuat saya sering mengulang ingat hal-hal  gembira dan sedih yang seakan selalu berganti mampir. dan untuk kali ini sama seperti ramadhan dua, tiga tahun lalu, saya menikmati ramadhan  dengan kebahagian yang jauh lebih besar. tidak seperti ramadhan sebelumnya, saya merasa saat itu saya hanya menjalankan rutinitas tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kini, tidak lagi. saya merasakan ramadhan yang jauh lebih tenang, lebih sabar dan lebih ikhlas. semoga ramdahan tahun depan saya juga merasakan hal yang sama (kalau masih bertemu ya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-116116473352460684?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/116116473352460684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=116116473352460684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116116473352460684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/116116473352460684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/10/ramadhan-lebih-indah.html' title='ramadhan lebih indah'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115770616222181244</id><published>2006-09-08T01:44:00.000-07:00</published><updated>2006-09-08T02:02:42.230-07:00</updated><title type='text'>blog yang tertinggal</title><content type='html'>saya punya banyak kesukaan. suka makan. suka nonton yang lucu-lucu, juga suka nonton yang serem. suka baca agatha christie. tapi saya paling suka jalan-jalan. dan, berhubung saat ini saya gak bisa kemana-mana. maka haluan saya putar dengan jalan-jalan ke blog-blog yang ada. yang penting judulnya tetap jalan-jalankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggal 31 agustus lalu, saya jalan ke blog...(aduh saya lupa nama blognya). dari blog ini saya dapat nama blog lain lagi. zidansyifa.blogspot.com.  semangat saya membukanya, tapi kok banyak postingan yag berisi turut berduka cita ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;innalillahiwainalillahirojiun. ternyata siempunya blog, tepat pada hari itu telah berpulang ke pangkuan allah. berdesir darah saya. saat saya mulai untuk memberi coment pada blog manisnya, mbak inong (sang pemilik blog) tak bisa lagi menuangkan cerita hari-harinya bersama dua buah hatinya yang masih kecil, zidan dan syifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau tak kenal, tapi saya yakin, mbak inong sosok yang ramah. terbukti dari ucapan duka yang sampai saat ini masih terus mengalir di blognya. ungkapan rindu dan sedih juga masih terus terkirim. dan saya semakin mulai mengenalnya dari banyak sumber dan situs yang saya baca, hampir semua memuji pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah sayang saya terlambat mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan mbak inong, mamanya zidan dan syifa, istrinya mas haris dan teman yang dicintai banyak orang. semoga engkau diterima di sisi allah dan mendapat surga yag indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115770616222181244?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115770616222181244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115770616222181244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115770616222181244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115770616222181244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/09/blog-yang-tertinggal.html' title='blog yang tertinggal'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115745316210271275</id><published>2006-09-05T02:53:00.000-07:00</published><updated>2006-09-05T03:46:02.186-07:00</updated><title type='text'>mahluk kecil dan nasehat</title><content type='html'>hari ini masih sama seperti sebelumnya. saya selalu  mengawali aktifitas dengan mengajar. pekerjaan yang sampai saat ini saya cintai (mungkin juga sampai mati). saling berinteraksi dengan mahluk-mahluk mungil yang polos. menjawab tanya mereka, memberi tahu sesuatu yang mereka tak tahu, menghibur ketika menangis, marah jika mulai nakal  dan menakuti jika tak juga mengikuti aturan yang saya buat (salah satu kenikmatan menjadi guru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musik senam akhirnya berhenti, mahluk-mahluk kecil itu berlari berhambur seakan takut tak dapat posisi yang baik saat berdiri. aba-aba dari kakak kelas hanya terdengar sekilas bahkan makin tak terdengar karena celoteh kecil mereka. dengan tegas saya atur barisan mereka hingga tak lagi seperti barisan ular yang berbelok-belok arah. rapikan lebih cantik, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengucapkan janji murid, ha...ha... saya tergelak dalam hati. ketika kakak kelas 6 hingga 2 telah selesai, mahluk-mahluk kecil milik saya masih asyik dengan janji kedua mereka. akhirnya, para kakak kelas tertawa-tawa geli karena adik bontot mereka masih tertinggal jauh. namun suara keras mereka berhasil juga mencuri perhatian ibu kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya, walau kakak kelas lebih dulu selesai berjanji, namun mahluk kecil saya yang mendapat pujian para rekan guru, kenapa? oho rupanya mereka lebih sabar dan jelas mengucapkannya walaupun sedikit lebih lambat. bisa dimaklumi soalnya mereka baru saya ajarkan menghafal janji murid, itu juga sebelum pelajaran dimulai. biar lebih cepat hafalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini mereka mulai masuk kedalam kelas. tetap tak sabar. saling berlari mereka seakan berlomba masuk, padahal saya tak pernah menjanjikan apapun jika mereka masuk kelas sebagai orang yang pertama. tapi, sekali saya hanya maklum, namanya anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat manis, wajah bersih polos, pakaian rapi, tapi tetap saja, satu, dua masih ada yang jahil. "bu, ari cubit aku" diki maju kedepan saya. sekilas saya perhatikan ari dengan ekor mata, tapi seakan tak ada masalah, ari malah asyik bicara dengan teman yang duduk dibelakangnya. setelah saya berjanji akan memberi hukuman pada ari, diki baru bersedia duduk. sedangkan pada ari, saya hanya memberi peringatan, tapi saya tahu itu pasti baru peringatan pertama untuk dia pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tiara sakit bu, melda sakit bu, arya juga sakit bu, tadi mamanya ira datang, ini surat ira, dia sakit bu" jawaban yang saya terima ketika mengabsen kehadiran mereka. ah...ini sudah entah hari keberapa, mahluk-mahluk kecil ini  tak pernah lengkap hadir. selalu saja ada yang tak datang, dan alasannya selalu sama, sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi saya  percaya kalau mereka sakit, karena biasanya agak sembuh sedikit mereka pasti sudah hadir, dan ini berganti terus. kalau sudah begini, pastilah nasehat-nasehat panjang saya  keluar untuk mereka. "jangan suka minum es, jangan suka main panas-panas, jangan suka jajan sembarangan, jangan suka mandi hujan, bla..bla....bla..." dan akan dijawab mereka dengan manis namun keras. " iya buuuuuuuuuuuu............" uh kuping saya hampir copot mendengar jawaban mereka. satu lagi nasehat ah pikir saya. "kalau menjawab jangan berteriak", "iya bu.............."jawab  mereka dengan lebih halus. he...he...anak pintar pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari kemudian..............&lt;br /&gt;hari ini, saya tak bisa bertemu dengan mahluk-mahluk kecil itu. padahal saya berjanji akan menceritakan dongeng sikancil pada mereka. entah kenapa, tenggorokan saya menjadi gatal, akibatnya saya harus batuk-batuk kecil. badan juga seakan tak bersahabat, kok jadi meriang ya. aduh, kepala saya juga pusing. "terkena demam itu" ujar mamak sambil menyodorkan gelas berisi rebusan air daun sirih. "nih minum, biar batuknya cepat hilang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya saya harus kalah dengan demam, saya harus rela tak bertemu dengan mahluk-mahluk kecil itu, harus rela tak mendengar celoteh mereka, tak mendengar tangisan dan protes mereka. ah ternyata bukan mereka saja yang harus mendengar nasehat saya, saya juga harus mendengar nasehat diri sendiri. "jangan suka minum es apalagi hari panas" dalam hati saya menjawab kencang, "baik bu..............." uh,  kalau saja hati ada suaranya, saya pasti akan tutup kuping mendengar jawaban kencang saya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok mahluk-mahluk kecil itu pasti akan bertanya "bu, semalam kok &lt;em&gt;nggak &lt;/em&gt;datang?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115745316210271275?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115745316210271275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115745316210271275' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115745316210271275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115745316210271275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/09/mahluk-kecil-dan-nasehat.html' title='mahluk kecil dan nasehat'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115598852636623539</id><published>2006-08-19T04:54:00.000-07:00</published><updated>2006-08-19T04:57:23.946-07:00</updated><title type='text'>semangat agustus</title><content type='html'>apa yang tertinggal dari perayaan 17an yang baru lalu ya? kok saya ngerasa tahun ini nggak ada sesuatu yang berkesan. beda sekali dengan perayaan 17an tiga, lima atau sepuluh tahun yang lalu. semangat mengikuti setiap perlombaan (tepatnya sih menyaksikan, karena saya yakin akan selalu kalah kalau ikut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tahun ini, walau saya paksakan diri untuk semangat menonton lomba tetap aja rasa malas lebih besar hinggap. akhirnya 17ana kemarin saya hanya duduk nongkrong di depan gedung dpr sambil menunggu pawai lewat. nggak seperti tahun sebelumnya, saya selalu rajin muter-muter dari satu tempat ke tempat lain untuk nyaksikan aneka pertandingan yang unik. ya memang beda.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pikir hanya saya aja, tapi tidak. beberapa teman juga ternyata kena virus yang sama. nggak bersemangat dan memilih duduk manis di rumah. lalu saya dengar ada yang mengatakan 'semangat nasionalisme sudah mulai luntur dikalangan masyarakat'. Hm.. apa betul rasa cinta pada tanah air saya sudah mulai luntur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya tidak, saya pikir perayaan 17an saja yang kini memang semakin membosankan. tapi tidak juga, ah saya tahu, jangan-jangan ini ada pengaruhnya dengan banyaknya masalah yang kini sedang 'berkunjung' ke negara indonesia tercinta. jadi rasanya tak perlu terlalu mewah berpesta pora jika di ujung negeri banyak saudara kita tengah berduka. ini bisa jadi salah satu alasannyakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau memang ini penyebabnya, rasanya semangat nasionalisme tidak bisa dikatakan luntur. tak adil jugakan rasanya berdendang keras semalam suntuk sambil berjoget, menghamburkan duit untuk sewa keyboard hingga jutaan sementara anak-anak kecil tak lagi bisa mencicipi susu, adik dan kakak saling berdekapan untuk menahan lapar akibat ayah dan bunda sibuk memikirkan kehidupan selanjutnya, dimana bisa berteduhdan bagaimana masa depan anak-anaknya setelah gempa, lumpur, kerusuhan dan tsunami melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah...semoga musibah yang banyak melanda ini menjadi satu alasan kuat kita untuk bersatu. dan semoga juga tahun depan kita bisa merayakan 17an dengan semangat lagi seperti 10 tahun lalu, saat indonesia berusia 50 tahun. masih ingatkan dengan kemeriahnnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimanapun tak bersemangatnya, saya tetap mengucapkan selamat ulang tahun indonesiaku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115598852636623539?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115598852636623539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115598852636623539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115598852636623539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115598852636623539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/08/semangat-agustus.html' title='semangat agustus'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115554571594629055</id><published>2006-08-14T01:27:00.000-07:00</published><updated>2006-08-14T01:55:15.963-07:00</updated><title type='text'>resiko keputusan</title><content type='html'>seorang teman pergi, meski katanya tak lama, tapi ia sendiri juga tak tahu  kapan kembali, bahkan ia juga tak pasti apakah akan kembali. saya dan teman yang lain hanya bisa termangu. tapi kami sama-sama tahu kalau dalam tiap diri kami tengah berdoa 'semoga ia kembali dan cepat kembalinya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sisi lain, kepergiannya seakan memberi semangat baru, keyakinan kuat dan hal-hal positif lainnya. bahwa ia berani mengambil keputusan, ia juga berani mengambil resiko. dan kini, kepergiannya adalah resiko dari keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada sesal yang terlihat, suaranya terdengar semangat setiap dia 'mengunjungi kami lewat telepon. bahkan sms-nya kerap membuat kami menjadi lega. pada awalnya saya dan teman lain sempat meragukan keputusannya untuk pergi. bagi kami saat itu keputusan yang diambilnya  terlalu emosi, tidak berpikir panjang bahkan terkesan naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi melihat sosoknya yang yakin akan keputusan, kami mulai berpikir ulang lagi. bahkan resiko lain dari keputusan perginya kini mulai diterimanya juga, tapi  agaknya ini tak menyurutkan ia untuk mengakui pendapat kami benar.  hm...saya mulai berpikir, andai banyak orang yang berjiwa seperti dia, berani berbuat berani bertanggung  jawab, mungkin caci maki dan umpatan tak pernah akan terdengar di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata kita bisa belajar banyak dari hal-hal yang tak pernah terlintas akan dilalui, bahkan oleh orang terdekat sekalipun. mungkin juga saya pernah jadi bahan pembelajaran bagi orang disekitar saya. tindakan dan keputusan saya menjadi perhatian, bahkan ucapan yang terlontar tanpa sengaja juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sudah memikirkan ini, ah rasanya memang menjadi orang yang bertanggung jawab jauh lebih tenang dan menyenangkan. paling tidak buat pembelajaran diri sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kawanku, cepat kembali ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115554571594629055?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115554571594629055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115554571594629055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115554571594629055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115554571594629055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/08/resiko-keputusan.html' title='resiko keputusan'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115460886295774066</id><published>2006-08-03T05:17:00.000-07:00</published><updated>2006-08-03T05:41:03.610-07:00</updated><title type='text'>apa perlu sedih?</title><content type='html'>saya tersentuh kali ini. membaca blog seorang teman yang (mungkin) sedang patah hati. ah saya mulai sedikit lupa dengan rasa ini. dulu ia pernah singgah dan hampir meluluh lantakkan hidup saya. semua menjadi haru biru, tangis, sesal dan marah, menjadi satu komposisi yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kini, setelah beberapa tahun berlalu, kesedihan dulu menjadi hal yang membuat saya tergelak. tak jarang saya tersenyum malu mengingat (kebodohan) itu. tapi itu tak disesali, mungkin itu juga yang membuat saya menjadi sekarang ini, menjadi lebih baik (tapi, apa perlu saya berterimakasih?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika berandai-andai tak pernah saya mengalaminya, entah bagaimana kini hidup saya, mungkin selamanya hanya jadi seorang pecundang. ah..tuhan memang sangat baik pada saya dengan memberi kesedihan itu. lantas kenapa harus bersedih jika patah hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yakin, tuhan memberi terbaik buat yang baik. seperti sekarang ini, ada banyak hal terbaik&lt;br /&gt;yang kini mampir dalam hidup saya, diantaranya rasa rindu. ya kini saya memiliki rindu, andai rindu ini hanya milik saya sendiri, tak akan juga disesali, karena sekali lagi saya yakin akan datang hal jauh lebih baik lagi. jadi nikmati saja rasa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115460886295774066?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115460886295774066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115460886295774066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115460886295774066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115460886295774066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/08/apa-perlu-sedih.html' title='apa perlu sedih?'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31490168.post-115355862325512767</id><published>2006-07-22T01:37:00.000-07:00</published><updated>2006-07-22T01:57:03.266-07:00</updated><title type='text'>akhirnya</title><content type='html'>Terimakasih catur. hmm ucapan yang saya rasa sangat pantas ditujukan buat temanku ini. akhirnya membuatkan blog untuk saya setelah sekian lama merengek (he..he.. saya agak gaptek sih).&lt;br /&gt;Memandang halaman putih ini rasanya begitu banyak yang ingin diceritakan, rasa suka bahagia gembira, sedih resah galau nestapa hingga cuek pusing mual  marah. Saya ingin membagikannya. Tak lagi disimpan sendiri, diletak disudut yang jauh dari jangkauan hati bahkan pikiran.  tidak....tidak lagi.&lt;br /&gt;Saya ingin membaginya, tentu tidak seperti membagi cemilan manis, setiap orang mendapat sedikit bagian yang sama rata lalu menjilat sisa-sisanya di jari, tidak seperti itu.&lt;br /&gt;Tapi membaginya dengan porsi yang utuh untuk setiap orang, untuk kamu, untuk dia, untuk anu dan juga untuk saya. Ah...pasti akan teras nikmat. Maukan menerima apa yang saya beri? atau jika hanya ingin memandang tanpa mencicipi juga boleh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31490168-115355862325512767?l=silvieazhar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvieazhar.blogspot.com/feeds/115355862325512767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31490168&amp;postID=115355862325512767' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115355862325512767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31490168/posts/default/115355862325512767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvieazhar.blogspot.com/2006/07/akhirnya.html' title='akhirnya'/><author><name>silvieazhar.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16962060295850788944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
